Sabtu, 28 November 2015

Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan jadi tuan rumah penyelenggaraan  Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ)  (Foto: Tri)
Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan jadi tuan rumah penyelenggaraan Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) (Foto: Tri)

Bandung Barat, Targetkan Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional 2017

BANDUNG BARAT,FOKUSJabar.com : Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan jadi tuan rumah penyelenggaraan  Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional pada 2017 mendatang.
Demikian dikatakan Bupati KBB Abubakar usai resmi membuka MTQ ke-5 tingkat KBB, di Masjid Agung Assidiq, komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Kamis (26/11/2015).
“Kita terus berupaya melakukan pembinaan dan persiapan dan berharap siap bersaing untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional pada 2017,”ungkap Bupati KBB Abubakar.
Abubakar menjelaskan, optimisnya KBB menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional bukan tanpa alasan. Meski terbilang kabupaten baru, namun Bupati merasa bahwa KBB sudah layak menggelar perhelatan tingkat nasional. Dengan prestasi dan sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini, dirinya yakin bisa menggelar acara tingkat nasional dan siap menerima kafilah-kafilah dari seluruh Indonesia.
“Tahun lalu kita masuk tiga besar nasional, pada MTQ tingkat provinsi tahun 2016 minimal kita masuk lagi,” ucapnya seraya mengaku akan memberikan bonus bagi kafilah Bandung Barat yang berprestasi.
Diakuinya, beberapa kafilah asal KBB banyak ditarik untuk memperkuat kabupaten/kota lain, bahkan juga ditarik oleh provinsi lain. Kendati begitu, dia tak berkecil hati dan tidak akan meniru daerah lain, justru sebaliknya pemerintah terus membina potensi yang ada.
“Kami tidak bisa mencegahnya, silahkan jika memang dibutuhkan oleh daerah lain. Tapi Kabupaten Bandung Barat
tidak ingin mengikuti jejak daerah lain,” ungkapnya.
Pada MTQ ke-5 tingkat Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 200 kafilah siap mewakili tiap kecamatan untuk mengikuti lomba selama satu hari dengan mengambil tempat di Masjid Agung Ash Shiddiq, Pondok Pesantren Al Basari Lebak Sari, dan Pondok Pesantren Riyadul Huda.
Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Bandung Barat Abubakar yang disaksikan Kepala
Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bandung Barat  Asep Ismail, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah
(SKPD), MUI, dan sebagianya.
Bupati mengingatkan, penyelenggaraan MTQ bukan sekedar melahirkan para juara. Kejuaraan merupakan target, tetapi bukan tujuan akhir.
MTQ juga bukan semata-mata sebuah lomba melainkan sebagai sebuah ajang yang harus dikembangkan untuk terbangunnya sebuah sistem pembinaan kehidupan beragama sarana yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan, dalam rangka terciptanya Ukhuwah Islamiyah, serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat membentuk generasi Qur’ani dan tercipta tatanan kehidupan masyarakat yang lebih religius sejalan dengan visi Kabupaten Bandung Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar