Minggu, 27 September 2015

Deddy Mizwar bersama pihak terkait dari pemerintahan Australia Selatan tampak hangat berbincang (foto:IST)
Deddy Mizwar bersama pihak terkait dari pemerintahan Australia Selatan tampak hangat berbincang (foto:IST)

Kembangkan Industri Kreatif, Jabar Harus “Tiru” Cara Australia

ADELAIDE, AUSTRALIA SELATAN, FOKUSJabar.com:  Kesenian Jawa Barat menjadi sajian utama mewakiki persembahan Indonesia di Festival OzAsia 2015 di Adelaide, Australia Selatan.
Di acara bertajuk utama Indonesia itu, ditampilkan pula duta seni budaya negara lain se Asia. Even tersebut dinilai semakin memperkenalkan seni budaya Jabar di mancanegara.
Dalam acara itu Plh Gubernur Jabar Deddy Mizwar bertemu dengan jajaran pemerintah Australia Selatan dan rektorat Universitas Flinders. Pertemuan itu pun menghasilkan komitmen kuat masing-masing pihak untuk menjalin kerja sama di bidang industri kreatif.
Pertemuan itu digelar bersama Premier Australia Selatan Jay Wetherill, Menteri Kesenian Jack Snelling, dan Gubernur Australia Selatan Hieu Van Le. Bersama Deddy beberapa anggota DPRD Jabar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar, serta Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setda Jabar.
Pertemuan dalam kerangka mempererat kerja sama ‘Provinsi Bersaudara’ antara Jabar dengan Australia Selatan itu juga dihadiri Konjen RI di Sidney, Australia serta perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Australia.
“Beberapa konsep dan sejumlah langkah disiapkan untuk kerja sama ekonomi. Intinya positif, termasuk rencana bidang seni budaya dan hasil pertemuan dengan Menteri Kesenian Australia Selatan,” kata Deddy di Teater Adelaide Festival Centre, Jumat (25/9/2015) malam.
Dia menjelaskan bahwa dirinya dan delegasi yang dipimpinnya pun memaparkan kekayaan seni budaya Jabar. Menurut dia, potensi yang ada itu adalah modal dasar pengembangan industri kreatif yang nilai ekonominya tak terbatas.
“Saya katakan kepada Mr. Snelling bahwa Jabar memiliki 391 jenis seni budaya. Jabar pun memiliki 1.739 cagar budaya, salah satunya angklung yang sudah mendunia,” jelasnya.
Industri kreatif di Jabar, lanjut Deddy, yang mulai berkembang seperti animasi, fashion. Sementara di Australia Selatan, kemajuan seni kontemporernya tak terbantahkan.
Negara bagian ini pun, menurut Wagub telah berhasil memasarkan produk seni-budayanya sehingga menjadi andalan devisa.
Atas keunggulan tersebut, jajaran Kementerian Kesenian Australia Selatan membuka kesempatan bagi pihak terkait di Jabar mengikuti serangkaian pelatihan manajemen seni, teknis kepegawaian, dan pertukaran tenaga profesional.
“Kita harus mereplikasi industri kreatif Australia Selatan yang sudah berjalan sangat baik. Saya pikir dengan cara inilah kita upayakan agar kekayaan seni-budaya yang ada akan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Jabar,” terangnya.
Lebih lanjut Deddy mengungkapkan, Menteri Kesenian Australia Selatan siap bekerjasama memperkenalkan keragaman seni budaua Jabar agar mendunia seperti angklung dan Bali.
“Ya,  Mr. Snelling sangat terbuka karena kerja sama ini juga menguntungkan mereka,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Festival OzAsia 2015 di Adelaide, Australia Selatan itu digelar sejak 24 September hingga 4 Oktober nanti.
Jabar mementaskan tari topeng dan samba sunda gamelan. Pergelaran tersebut pun mendapat apresiasi dari sekitar 350 penonton yang terdiri atas elit pemerintah dan warga Adelaide, Australia Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar