Asal Usul Julukan Bandung Kota Kembang dan Kota Paris van Java (web)
Asal Usul Julukan Bandung Kota Kembang dan Paris van Java
BANDUNG, FOKUSJabar.com: Julukan Kota Kembang dan Paris van Java, telah menjadi predikat yang tidak bisa dilepaskan dari Kota Bandung. Sejarahwan asal Unpad, Prof. Dr. H. Nina Herlina Lubis mengatakan bahwa kemunculan kedua julukan itu bukan kebetulan semata.
Ratusan tahun silam Mataram memberikan jabatan kepada beberapa mantri agung. Salah satu mantri tersebut nantinya akan dikenal sebagai Kabupaten Bandung. Kala itu ibukota Kabupaten Bandung berada di kota tua Dayeuhkolot.
Kemudian, Jendral Herman Willem Deandels berniat membangun jalan yang dinamai rute postweg (baca:pasweh) mulai dari Anyer hingga Panarukan pada 1808. Pembangunan jalan tersebut berlangsung hingga belasan tahun.
Nina mendeskripsikan bahwa rute postweg tersebut dibangun dengan cara menata batu-batu. Rute postweg tersebut melewati Jalan Asia Afrika, kemudian berlanjut menuju Sumedang.
Pada masa awal pembangunan, Jenderal kelahiran Belanda itu mendapat kabar bahwa Dayeuhkolot sering mengalami banjir. Oleh sebab itu diusulkan rencana mengenai perpindahan ibukota.
“Nanti tahun depan kalau saya ke sini lagi, ini sudah menjadi kota,” tutur Nina mengulang pernyataan Deandels pada 25 September 1810 silam.
Berdasarkan pernyataan yang disebutkan Deandels di sekitar wilayah Cikapundung kilometer 0, ditetapkanlah 25 September sebagai HUT Kota Bandung. Kemudian, ibukota dipindahkan ke Kota Bandung. Setelahnya, Bandung terus mengalami perkembangan.
Deandels menetapkan 25 September sebagai HUT Kota Bandung di sekitar wilayah Cikapundung kilometer 0 (cityzenmagz)
Setelah pembangunan rute postweg, jalan kedua yang dibangun merupakan jalan Braga. Pembangunan infrastruktur di jalan Braga membuat perkembangan ekonomi pun meningkat. Di jalan tersebut banyak bermunculan toko-toko, termasuk toko-toko pakaian yang menjual berbagai jenis pakaian impor dari Paris.
“Akhirnya menjadi kota fashion seperti di Paris. Bandung menjadi kiblat mode saat itu,” jelas Nina kepadaPRFM, Jumat (25/9/2015).
Sejak itu, Kota Bandung untuk pertama kali dikenal sebagai “Parijs van Java” pada sekitar tahun 1920 – 1925.
Sementara untuk sebutan Kota Kembang diawali saat Kota Bandung ditetapkan sebagai ibukota. Walikota yang menjabat saat itu membangun sejumlah taman di berbagai sudut kota Bandung. Program itu pun didukung oleh kondisi tanah kota Bandung yang subur. Hal tersebut membuat Bandung menjadi kota yang ramai dihiasi oleh berbagai jenis bunga.
Nina pun menampik asal usul lain yang mengasosiasikan kembang dalam Bandung Kota Kembang, yaitu kecantikan mojang-mojang Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar