Minggu, 12 Juli 2015

Jokowi: Tolak Impor Bahan Pangan dan Perkuat sektor pertanian
Ilustrasi (kompas)

Jokowi: Tolak Impor Bahan Pangan Dan Perkuat Sektor Pertanian

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Presiden Joko Widodo bersikeras akan memperkuat sektor pertanian khususnya produk pangan, sehingga ketergantungan pada bahan pangan impor berkurang. Diungkapkan Jokowi, biaya kebutuhan pangan impor tahun ini membludak, yaitu mencapai Rp230 trilyun.
“Kita konsen masalah pangan,terutama produk pangan kita yang impor. Ini harus diselesaikan, impor sekitar Rp230 trilyun,” ujar Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (9/7/2015), melansir metrotvnews.
Jokowi menuturkan, meski produksi bahan pangan mengalami peningkatan, namun pemerintah tetap harus menggenjot produksi produk pangan. Untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan, Jokowi berencana akan membangun gudang penyimpanan bahan makanan kapasitas besar seperti yang ada di Uni Emirat Arab.
“Kita ingin membangun [gudang penyimpanan bahan makanan]. Saya pernah lihat Uni Emirat Arab memiliki gudang besar. Didalamnya komplit, ada bahan makanan seperti daging, beras dan sayur yang bisa disimpan selama bertahun-tahun,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menambah alokasi anggaran sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur segera dirampungkan sehingga ongkos distribusi logistik menurun.
Menurutnya, distribusi bahan pangan juga harus merata, agar tidak terjadi inflasi bahan makanan antar daerah atau pulau. Selain itu, manajemen birokrasi pun harus segera dibenahi sehingga masalah pangan bisa teratasi dengan baik sesuai rencana.
“Anggaran pertanian tahun kemarin Rp15 trilyun, sekarang Rp31 trilyun, tahun depan Rp46 trilyun. Dari sisi APBN kita punya kemauan, tapi kelemahan kita ada pada manajemen birokrasi,” tukasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar