Rabu, 29 Juli 2015

Ilustrasi
Ilustrasi

Komisi II DPRD Jabar: Anggaran Belanja Modal Perekonomian Pemprov Jabar Rendah

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Lambannya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada semester pertama tahun ini disebabkan berbagai faktor baik dari eksternal maupun internal. Salah satunya karena rendahnya belanja modal sektor perekonomian dalam APBD Jabar 2015.
Anggota Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira mengatakan, anggaran belanja modal sektor perekonomian dalam APBD Jabar 2015 tergolong rendah. Berdasarkan catatannya, total belanja modal tersebut sekitar Rp900 milyar yang dibagi untuk 12 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar.
Menurut dia, jumlah tersebut menjadi yang terendah dibanding provinsi lainnya di Jawa. Idealnya belanja modal sektor perekonomian mencapai 10 persen dari total APBD.
“Mengacu pada APBD Jabar 2015, seharusnya Rp2,5 trilyun. Belanja modal ini catatannya langsung dari Kementerian Keuangan,” kata Eka di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu (29/7/2015).
Meski tidak menyebut angka pasti, dia mencontohkan anggaran belanja modal untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar tergolong rendah. Padahal, produk domestik regional bruto (PDRB) Jabar banyak yang berasal dari sektor industri.
“PDRB Jabar itu banyak dari sektor industri. Tapi Disperindag kecil anggarannya. Jadi tidak seimbang,” paparnya.
Dia menilai, APBD Jabar untuk sektor perekonomian tidak memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar. Meski PDRB Jabar menjadi terbesar ke-3 setelah DKI Jakarta dan Jatim, namun itu bukan dampak APBD, melainkan masyarakatnya yang mandiri perekonomian.
“Bukan dampak APBD, APBD tidak memberi apapun,” tegasnya.
Untuk itu pihaknya mendorong agar Pemprov Jabar meningkatkan anggaran belanja modal untuk sektor perekonomian. Terlebih Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berjanji menyiapkan anggara untuk sektor itu sebesar 10 persen dari total APBD.
“Belanja modal di bidang perindustrian perdagangan, UKM, perikanan, kelautan harus ditingkatkan lagi,” pungkasnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar