RK: Hasil Kajian Tim Ahli Pemkot Bandung Belum Diserahkan Kepada Bareskrim
BANDUNG,FOKUSJabar.com: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku hasil kajian Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Pemkot Bandung sampai dengan saat ini belum diserahkan kepada pihak Bareskrim.
Penyerahan hasil kajian tersebut bakal dijadikan rujukan dalam proses perizinan digunakannya stadion tersebut dalam PON XIX 2016 Jabar mendatang.
“Jadi gini, kan hasil kajian tim ahli dari ITB, UNPAR dan Puslitbang PU belum diarahkan dan masih direkap, nanti kalau sudah direkap baru akan diserahkan kepada Bareskrim yang kebetulan sedang meneliti,” ucap Ridwan di Hotel Savoy Homman usai menghadiri Grand Launching Bandung Air Show (BAS) 2015, Rabu (29/7/2015).
Ridwan pun mengaku, pihaknya tidak akan memaksakan dengan hasil kajian yang telah dibuatnya jika dari pihak Bareskrim tetap tidak merekomendasikan pemakaian Stadion GBLA pada PON 2016 mendatang.
“Kalau sudah kita serahkan masih tetap tidak memungkinkan kita juga tidak akan memaksakan. Tapi perhari ini data itu masih direkap oleh tim ahli yang profesor-profesor di bidang sipil. Secepatnya kalau minggu ini didapatkan ya kita kirim kesana untuk didiskusikan. Nah setelah itu, diarahkan keputusannya ya kita lihat secara aturan kalau memungkinkan alhamdulilah kalau tidak memungkinkan ya gimana lagi,” tuturnya.
Ridwan menjelaskan, rekomendasi dari para tim ahli dengan bisa digunakannya Stadion GBLA pada PON 2016 mendatang tersebut setelah dilakukan beberapa perbaikan.
“Sehingga kalau ditanya apakah hari ini layak ?, maka jawabannya memang tidak layak. Tapi kalau mau dirampungkan untuk on tentunya harus ada perbaikan,” jelasnya.
Selain itu, Ridwan mengatakan akan mengikuti semua prosedur dan proses hukum yang sedang dilakukan oleh pihak Bareskrim terhadap Stadion GBLA yang dalam pembangunannya terdapat kasus korupsi.
“Jadi akan diserahkan dulu hasilnya (kajian). kepada Bareskrim untuk dibahas. Setelah itu kita lihat perkembangan baiknya, karena kalau untuk urusan keamanan kita tidak boleh main main yah, jadi kalau dirasa tidak aman masa dipaksakan,” katanya.
Ridwan pun menyatakan, pihaknya akan segara mengirimkan data hasil kajian GBLA yang telah dibuat oleh para ahli pada beberapa waktu lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar