Selasa, 28 Juli 2015

PM Inggris Tawarkan Indonesia Pinjaman Rp21 Trilyun Untuk Infrastruktur
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan PM Inggris, David Cameron, di Jakarta. (Antara)

PM Inggris Tawarkan Indonesia Pinjaman Rp21 Trilyun Untuk Infrastruktur

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan pemerintahannya siap membantu mendanai proyek-proyek infrastruktur Indonesia dengan menawarkan pinjaman hingga 1 milyar poundsterling (Rp21 Trilyun).
Hal itu diutarakan PM Cameron saat berkunjung ke Istana Negara Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo. Indonesia merupakan tempat pemberhentian pertama bagi PM Cameron dalam kunjungan empat harinya ke Asia Tenggara, dan juga negara pertama di luar Eropa yang dikunjungi Cameron usai terpilih kembali pada bulan Mei lalu, seperti dilansir VOAIndonesia, Selasa (28/7/2015).
Dalam kunjungannya itu, PM Cameron mengutarakan bahwa pemerintahannya akan membantu pendanaan pembangunan infrastruktur bagi Indonesia untuk mendorong ekspor Indonesia ke Inggris.
Cameron menyatakan ingin memperluas hubungan perdagangan Inggris dengan seluruh dunia untuk mengurangi ketergantungannya pada perdagangan dengan Eropa, yang belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kesepakatan perdagangan bebas, tapi kita tidak perlu menunggu hingga itu tercapai,” ujar Cameron.
“Banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam pembangunan infrastruktur dan di banyak sektor lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pertemuan bilateral dengan Cameron, Presiden Jokowi meminta Inggris untuk dapat memberikan bebas visa bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Inggris.
Presiden Jokowi juga menyampaikan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan. Selain kerja sama ekonomi, keduanya juga menyepakati kerja sama pemberantasan terorisme dan ISIS.
Cameron yang berada di Indonesia hingga hari Selasa ini, dijadwalkan akan menghadiri pertemuan bisnis dengan pelaku usaha di Indonesia, serta bertemu dengan sejumlah tokoh agama Indonesia untuk berdiskusi soal toleransi kehidupan beragama.
Setelah Indonesia, Cameron akan melanjutkan lawatan resminya ke Malaysia, Vietnam dan Singapura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar