cabup cawabup (ilustrasi : web)
Soal Calon Tunggal, Komisi IX DPR Desak Presiden Keluarkan Perpu
BANDUNG,FOKUSJabar.com: Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mengatakan, pihaknya mendesak Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Peraturan Perundangan (Perpu) tentang penundaan Pilkada serentak di beberapa kabupaten di Indonesia karena adanya calon tunggal.
“Kami dari (Fraksi) Demokrat tentunya mengusulkan Perpu. Dan yang lain (Komisi IX) ternyata juga mengikuti. Artinya kita mendesak Presiden keluarkan perpu,” ucap Dede di Gedung Sate Jalan Dipenogoro Kota Bandung, Kamis (6/8/2015).
Menurut Dede, dengan adanya Perpu tersebut hak demokrasi rakyat bisa tersalurkan dalam menentukan pemimpin.
“Kita ingin memperjuangkan demokrasi. Rakyat perlu mendapatkan hak nya di dalam demokrasi untuk memilih pemimpin. Ini yang ga boleh hilang. Jadi kalu tiba – tiba dipending saja, hak rakyat yang diambil, ini yang ga boleh,” katanya.
Dede juga menyarankan, Presiden Jokowi untuk segera membuat Perpu jangan hanya menyerahkannya begitu saja kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Sebaiknya Perpu ini segera didesain secepat mungkin. Presiden juga jangan mengaggap enteng soal ini. Jadi kalau calonnya hanya satu, ya buat perpu nya, apa yang harus dilakukan. Jadi tidak boleh hak demokrasi ini diakal – akalin,” cetusnya.
Dede pun mengajak kepada Presiden Jokowi untuk bisa berdiskusi terkait usulan pembuatan Perpu yang dirasa begitu penting dalam Pilkada serentak tersebut.
“Jadi presiden mari duduk bersama, Perpu itu dalam waktu 1 x 24 jam saja bisa dibuat kok. Jika negara dalam keadaan genting. Tentu saat ini memang genting,” katanya.
Dede pun mengaku, jika pihaknya telah melayangkan surat ke Presiden terkait persoalan pembuatan Perpu tersebut
“Itu (surat) untuk menawarkan solusi terbaik, karena jangan sampai nantinya demokrasi tidak terlaksana gara – gara tidak ada calon. Yang paling prihatin adalah rakyat kehilangan hak demokrasinya. Satu satunya hak politik rakyat itu adanya di Pilkada dan Pilpres. Kita ga bisa bayangkan nanti pilpres hanya ada satu calonnya. Bagaimana?,” tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar