BAGAIMANA RISIKO MUDIK DENGAN MOTOR, APALAGI MEMBAWA BAYI?
BANDUNG, FOKUSJabar.com: Lebaran
2015 tinggal menghitung hari. Bagi umat Muslim, Lebaran merupakan hari
istimewa setahun sekali untuk bertemu sanak keluarga. Maka tidak jarang
banyak masyarakat yang rela menempuh perjalan yang jauh dan melelahkan
hanya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, termasuk menggunakan sepeda
motor untuk mudik.
Namun
sejatinya, penggunaan sepeda motor untuk mudik adalah hal yang
berbahaya. Pemudik yang menggunakan sepeda motor akan lebih cepat lelah
ketimbang naik mobil karena terpapar langsung dengan sinar matahari dan
asap kendaraan. Terlebih dampak kecelakaan pengendara sepeda motor jauh
lebih besar ketimbang mudik menggunakan mobil. Ketika mengalami
kecelakaan, pengendara motor akan kontak langsung dengan objek terdekat,
semisal aspal atau kendaraan di depannya.
Tingkat
risiko juga akan meningkat jika pemudik yang menggunakan sepeda motor
membawa anaknya yang masih bayi. Kondisi tubuh bayi yang masih rapuh
akan membuatnya terserang berbagai komplikasi penyakit akut jika dibawa
mudik menggunakan sepeda motor. Akibat terpapar langsung dengan asap
kendaraan dan udara sekitar, bayi bisa mengalami sesak nafas, pilek,
bahkan radang paru-paru.
Seperti
yang dilansir dari tipsbayi.com, bayi seharusnya tidak dianjurkan untuk
dibawa berpergian jauh dan terpapar langsung dengan sinar matahari pada
jam 11 siang hingga 3 sore. Perjalanan jauh memang bisa menyenangkan
bayi, namun hal tersebut bisa menyebabkan bayi cepat lelah.
Dengan
berbagai risiko akan kesehatan bayi, bukankah lebih bijak untuk tidak
membawa putra-putri atau sanak keluarga Anda yang masih bayi dengan
sepeda motor saat mudik? Lebaran memang hari yang istimewa, namun akan
lebih baik bila orangtua bisa memilih transportasi lain yang lebih aman
untuk mudik, terutama bagi buah hati Anda yang masih bayi. (PRFM)
(RR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar