Rabu, 07 Oktober 2015

YAN_3846WEB

Kerren! Jabar Pemasok Komoditas Pangan Terbesar

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, potensi sumber daya alam (SDA) Agro-ekosistem dan sumber daya manusia (SDM) Jabar telah mampu memosisikan diri sebagai provinsi terdepan.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan Wagub Jabar Deddy Mizwar di tengah masyarakat Jabar dalam peringatan Hari Pangan Nasional di Halaman Gedung Sate Bandung, Rabu (7/10/2015). (Foto:IST)
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan Wagub Jabar Deddy Mizwar di tengah masyarakat Jabar dalam peringatan Hari Pangan Nasional di Halaman Gedung Sate Bandung, Rabu (7/10/2015). (Foto:IST)
Jabar pun menjadi pemasok terbesar berbagai komoditas pangan strategis untuk kebutuhan pangan nasional.
Keberhasilan itu bentuk kerja keras masyarakat Jabar, khususnya mereka yang berkecimpung dalam produksi, pengolahan, dan pemasaran dengan baik.
“Ini karena, upaya dalam memantapkan ketahanan pangan baik pada skala rumah tangga, dan individu, di daerah, maupun nasional. Ini tanggung jawab yang harus dipikul bersama-sama,” kata Deddy di Gedung Sate Bandung, Rabu (7/10/2015).
Menurut dia, pemerintah harus bisa memberdayakan masyarakat terutama petani semaksimal mungkin. Dengan begitu, produksi bahan pangan bisa beragam, bergizi seimbang, aman dan halal. Selanjutnya bisa menjadi kedaulatan pangan.
pangan
pangan

Komisi II DPRD Jabar: Pemerintah Harus Mengontrol Harga Pangan Dipasaran

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Anggota Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira mengatakan, pemerintah harus selalu mengontrol harga pangan di pasaran.
Hal itu penting dilakukan untuk menjaga keterjangkauan pangan oleh masyarakat, terutama untuk beberapa komoditas yang penting, seperti beras.
Menurut dia, perlu ada transparansi terkait harga pangan sebagai langkah awal.
“Jadi, masyarakat hatus diberi tahu harga di petani berapa dan di pasar berapa. Masyarakat harus tahu itu,” kata Yunandar di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (7/10/2015).
Pihaknya pun berharap pemerintah mampu menguasai komoditas utama pertanian. Dimana hasil pertanian itu dibeli oleh pemerintah.
“Jangan sampai mafia-mafia itu yang menguasai,” jelasnya.
Menurut dia, upaya Pemprov Jabar dalam menjaga ketahanan pangan masih bersifay jangka pendek. Hal ini terlihat karena belum adanya perencanaan yang matang terkait swasembada pangan.
Artinya, pemerintah hanya berpikir cara memenuhi kebutuhan pangan, tanpa memikirkan dari mana asal pangan itu.
Sehingga tidak heran jika saat ini Jabar pun diserbu produk pertanian impor. Padahal konsep ketahanan yabg baik sifatnya jangka panjang yang memikirkan cara memproduksi pangan sendiri.
“Jadi tidak heran kalau harga naik, dilakukan operasi pasar. Daging langka, berusaha nyari ke tempat lain. Itu solusi jangka pendek. Harusnya ada rencana jangka panjang, bagaimana membangun kemandirian pangan ini,” katanya.
Dengan kondisi wilayah yang ada, Jabar berpotensi melakukan swasembada pangan. Jabar memungkinkan untuk memiliki sentra-sentra pertanian.
“Padi di daerah mana, kedelai di daerah mana, cabai, daging,” ungkapnya.
Hal ini akan tercapai jika ada upaya dan kemauan kuat dari pemerintah dalam mengubah orientasi pembangunan.
“Harus seimbang antara industri dan pertanian. Di negara maju juga bisa, seperti Jepang. Industri bagus, pertaniannya pun oke,” tukasnya.
Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)

Kasus Korupsi Dana PMI Kota Bandung Dilimpahkan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kejaksaan Agung RI limpahkan kasus korupsi penyalahgunaan dana tranfusi darah dan dana hibah tahun anggaran 2013 dengan tersangka mantan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung Jawa Barat Nadi Sastrakusumah.
Kerugian Negara versi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat mencapai Rp1,8 milyar.
Tersangka Nadi Sastrakusumah sebelumnya ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung, dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan ulang oleh penyidik Kejaksaan Negeri Bandung dari pukul 11:00 WIB.
Selain itu, dalam pelimpahan P21 tahap 2 ini, Nadi didampingi penasehat hukum yang diketuai Saim Aksinudin.
Dalam perkara ini, Penyidik Kejaksaan Agung menduga Nadi terbukti menyelewengkan dana Biaya Pengelolaan Pembangunan Daerah (BPPD) yang seharusnya diperuntukan operasional unit tranfusi darah.
Selain itu, pertanggung jawaban penggunaan dana hibah pembangunan gedung PMI Kota Bandung oleh Nadi, menurut penyidik Kejagung, tidak disusun dan diberikan dengan benar.
Batu Akik Hijau Garut (Foto : Tasdik)
Batu Akik Hijau Garut (Foto : Tasdik)

Batu Akik Garut Cepat Mengkristal Dengan Suhu Tubuh Manusia

GARUT, FOKUSJABAR.com : Ternyata tidak sulit merawat batu akik Garut hijauan (berwarna hijau) untuk mencapai kualitas maksimal, hingga batu benar-benar mengkristal. Hangat tubuh manusia dan alam terbuka ternyata membantu proses pengkristalan batu akik.
Engkos Koswara (40) warga Kampung Gadog, Desa Sukarame, Kecamatan Caringin Kabupaten Garut Jawa Barat, salah seorang pengrajin yang sudah puluhan tahun menggeluti per batuan khususnya batu akik Garut menyatakan bahwa merawat batu sangatlah mudah dengan cara diusap dengan jari tangan atau dipale (istilah bahasa sunda).
” Misalnya batu cincin yang sudah diikat seperti biasa dikenakan, lalu jika sedang santai diusap-usap dengan jari tangan, proses pengkristalan akan lebih cepat, ” ujarnya, Rabu(6/10/2015) kepada wartawan.
Selain diusap-usap, batu akik yang sudah dikenakan pemiliknya, akan langsung bersentuhan dengan alam terbuka, hangat caha matahari dan suhu udara juga akan menambah percepatan perubahan batu.
” Biasanya tahapan pertama, batu akan cepat mengkristal, setelah itu warna khususnya batu hijau, warna hijaunya akan semakin kuat, ” ungkapnya.
Lanjut Engkos, jika proses pengkristalan batu dan perubahan warna semakin kuat sudah sudah dapat dipastikan batu tersebut akan bernilai tinggi, harga batu sebesar biji pete bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
” Makanya jangan khawatir bagi pemilik batu hijauan, kalau warna hijaunya masih mudah atau ada bercak putih, jika batu terus dirawat maka hasilnyang diinginkan akan segera tercapai, ” pungkasnya.
Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman (poto Deni Rinjani)
Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman (poto Deni Rinjani)

Ketahuan Selingkuh, Pejabat Bakal Disanksi

GARUT, FOKUSJabar.com : Kasus selingkuh pejabat yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat Garut Jaawa Barta membuat Wakil Bupati Garut Helmi Budiman angkat bicara. Menurutnya hari ini para pejabat Garut yang diduga melakukan selingkuh dengan istri pejabat sedang dipanggil oleh MP3D Kabupaten Garut untuk dimintai keterangan.
” Saat ini mereka yang diduga selingkuh sedang dimintai keterangan oleh MP3D yang diketuai Sekda Garut,” ujarnya, Selasa (6/10/2015).
Helmi juga menegaskan, dirinya prihatin dengan kondisi ini dan perbuatan ini sangat memalukan dan mencoreng Pemerintah Daerah Garut.
Ada peraturan Pemerintah yang mengatur tentang kejadian ini yaitu PP 53/2010 tentang kedisplinan pegawai.
Salah satunya adalah menjaga harkat dan martabat sebagai PNS. ” Kalau terbukti ada sanksi penurunan jabatan hingga pemecatan,” katanya.

Senin, 05 Oktober 2015

Badna Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa
Badna Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa

BPMPD Jabar Minta Aparatur Desa Gunakan Dana Bantuan Sebaik Mungkin

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Jawa Barat Dede Rusdia meminta aparatur desa bisa menggunakan dana bantuan desa dari pusat dengan sebaiknya. Hal itu penting agar percepatan pembangunan desa bisa terwujud.
“Penggunaannya sesuai perencanaan, jangan digunakan kepentingan lain, apalagi untuk ‘Pilkades’,” seloroh Dede, Minggu (4/10/2015).
Pihaknya menekankan agar dana itu tidak diselewengkan, seperti pernah terjadi di Cianjur 2014 lalu. Ada dana bantuan desa dari Pemprov Jabar diselewengkan aparat desa (buat bayar utang bekas Pilkades).
“Seiring waktu, masyarakat pun tahu dan akhirnya itu diproses hukum. Saya pun sempat dipanggil jadi saksi,” ungkap Dede.
Untuk itu, pihaknya mendesak aparat desa bisa menggunakan dana bantuan desa dengan sebaik-baiknya.
“Sudah waktunya desa melakukan percepatan pembangunan, apalagi saat ini ada bantuan desa dari pemerintah pusat yang cukup besar,” jelasnya.
Terkait dana bantuan tersebut, Pemprov Jabar tidak dilibatkan secara langsung dalam proses penyalurannya. Dana bantuan dari pemerintah pusat itu langsung masuk ke rekening kabupaten yang kemudian disalurkan ke pemerintah desa.
“Saat ini penyaluran dana bantuan desa dari pemerintah pusat sudah mencapai 100 persen disalurkan ke pemerintah kabupaten. Tetapi belum semua pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana bantuan tersebut ke desa desa,” katanya.
Lebih lanjut pihaknya mengimbau agar pemkab di Jabar segera menyalurkan dana bantuan desa itu ke masing-masing desa di Jabar.
” Hal ini penting agar percepatan pembangunan desa terwujud. Sehingga perekonomian masyarakat pedesaan pun bisa meningkat,” tukasnya.
Tak Mampu Turunkan BBM, Pemerintah Tidak Konsisten
Ilustrasi (web)

Harga BBM Turun, Ekonomi Indonesia Tak Dijamin Membaik

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pengamat Energi Marwan Batubara menilai, langkah yang diambil pemerintah untuk menurunkan harga BBM tidak seutuhnya akan membuat kondisi ekonomi Indonesia semakin membaik. Pasalanya, diperlukan adanya paket kebijakan yang dapat menyentuh semua aspek.
“Belum tentu, kalau harga barang dan jasa juga dapat diturunkan mungkin bisa saja dapat membaik. Artinya ini harus dijalankan bersama-sama dan harga BBM diturunkan serta penyebab naiknya harga barang dan jasa juga harus diturunkan juga,” ucapnya di Bandung.
Menurut Marwan, harusnya pemerintah tidak bertindak setengah – setengah dalam menentukan kebijakan. Sehingga, masyarakat dapat merasakan turunnya harga minyak dunia di tengah tidak stabilnya ekonomi di Eropa, Tiongkok dan Amerika Serikat.
“Seandainya kebijakan pemerintah jangan sepotong-potong,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berencana untuk menurunkan harga BBM pada hari Senin, (5/10/2015) mendatang. Akan tetapi, hingga saat ini pihak Pertamina belum memberikan berapa harga baru yang akan ditetapkan.