Senin, 05 Oktober 2015

aher dedy

Aher Haji, Pemprov Tetap Solid

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Aher bertolak haji bersama Istri, Sekpri, dan rombongan yang tergabung dalam kloter haji biasa sejak Rabu, 16 September 2015 lalu. Sebagai amirul hajj Jawa Barat, Aher sempat melepas kloter terakhir dari Jabar sehari sebelumnya.
Saat melaksanakan haji, selain tentunya menunaikan fardhu ibadah haji, ragam kegiatan yang padat dalam melayani masyarakat (terutama kloter asal Jabar) tetap intensif dilakukan pria asal Sukabumi tersebut.
Antara lain mengumpulkan petugas haji agar makin mengoptimalkan layanan kepada jemaah pada Sabtu (19/9), mendatangi dan memberikan santunan korban crane Ahad (20/9), dan terutama membantu menangani hal terkait musibah Mina antara Kamis (24/9) hingga menjelang kepulangan ke Indonesia.
Selama kurang lebih delapan tahun menjabat Gubernur Jabar periode 2008-2013 serta 2013-3018, Aher baru kali ini menunaikan tugas sebagai Amirul Hajj rombongan haji asal Jabar yang tahun ini mencapai sekitar 31.000 jamaah.
Gubernur sudah mengantongi izin Menteri Dalam Negeri Nomor 857/4615/SJ tertanggal 18 Agustus 2015 hal izin ke luar negeri alasan penting.
Selama periode tersebut, jalannya pemerintahan tetap berjalan lancar dengan penunjukan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menjadi Pelaksana Harian (Plh) mengacu Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor:121/Kep.1033-Pem.Um/2015 tertanggal Kepgub ini ditetapkan di Bandung, 14 September 2015.
Dalam Kepgub tersebut disebutkan untuk menjamin keberlangsungan penyelenggaraan Pemprov Jabar selama Gubernur Jawa Barat melaksanakan cuti sehingga perlu menunjuk Wagub Jabar sebagai pelaksana harian (Plh) Gubernur Jabar.
Bahkan, soliditas pemerintahan nyata terlihat ketika Wakil Gubernur pun harus melaksanakan tugas kenegeraan ke Australia pada 23-27 Oktober lalu, yang mana tugas Plh Gubernur kemudian diemban Plt Sekda/Asda IV Iwa Karniwa.
aher haji

Tunaikan Haji, Gubernur Jabar Kembali di Bandung, Senin (5/10) 

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Setelah menjalankan ibadah haji sejak pertengahan September lalu, Gubernur Jawa Barat/Jabar Ahmad Heryawan (Aher) akan tiba di Bandung pada Senin (5/10) dinihari.
Menurt Ade Sukalsah, Sekpri Gubernur Jabar, yang menunaikan haji bersama Gubernur, Istri Gubernur, dan rombongan di Kloter JKS 67, mereka akan berangkat dari Jeddah melalui penerbangan Saudia pada Ahad (4/10) siang jam 11.00.
“Rombongan diestimasikan sampai Bandara Halim, Senin 5 Oktober 2015 jam 01.00. Setelah beres proses imigrasi dan bagasi, Gubernur Aher akan langsung bertolak ke Bandung, ke rumah dinas Gedung Pakuan,” katanya melalui surel kepada Humas Pemprov Jabar, Sabtu (3/10) malam.
Menurut dia, diperkirakan Senin (5/10) subuh, Aher dan istri sampai di Gedung Pakuan di bilangan Cicendo, terutama untuk melepas kangen dengan enam anak dan keluarganya yang sudah tiga mingguan ini tidak bertemu.
Sebelumnya, kata Ade, sebagai anggota haji reguler, Aher menuju Indonesia mengikuti Kloter 16 JKS, Maktab 50, No Akomodasi 707 di Hotel Joharat Al Rashidin, Jarwal. Setelah sebelumnya, bersama ratusan anggota kloter lainnya berada di Hotel Durat Al Aseel setelah kembali dari kewajiban Armina.
Di hotel transit ini, rombongan akan menginap hingga sekira pukul 02.00 untuk kemudian bertolak bertolak dari hotel menuju Bandara Jeddah pada Sabtu (3/10) dinihari sekitar jam 03.00 dini hari. Dari Jeddah, perjalanan panjang ke Indonesia akan dilakukan.
Setelah sampai Indonesia, belum ada keterangan presisi kapan Aher akan berdinas lagi di Gedung Sate. Akan tetapi, kemungkinan besar akan beristirahat dulu guna memulihkan stamina sekaligus menerima tamu silaturahmi haji.
Rusunawa (web)
Rusunawa (web)

Tiga Ribu Warga Kota Bandung Antri Untuk Tempati Rusunawa

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Kepala UPT Rusunawa Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung Lena Yuiliasti Mentari mengungkapkan, sebanyak tiga ribu kepala keluarga warga Kota Bandung yang telah mengajukan untuk dapat menempati Rusunawa yang ada di Kota Bandung. Data tersebut didapatkan dari mulai tahun 2006 sampai dengan 2015.
“Tiga ribu itu yang mengajukan mulai tahun 2006. Nantinya, mereka yang akan menghuni Rusunawa,” ucap Lena saat ditemui di Rusunawa Sadang Serang Kota Bandung, Sabtu (3/10/2015).
Lena menjelaskan, untuk dapat menghuni rusunawa, warga Kota Bandung harus melengkapi persyaratan – persyaratan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bandung.
“Daftar dulu ke UPT Cingingsed dengan membawa KTP Kota Bandung dan mengantongi surat keterangan belum memiliki rumah dari kewilayahan,” katanya.
Lena juga menyebutkan, satu twin blok rumah susun memiliki kapasitas daya tampung sebanyak 96 kepala keluarga. Sedangkan, saat ini Rusunawa yang menjadi kewenangan Pemkot Bandung baru ada tiga unit.
“Kalau tiga ribu kepala keluarga idealnya 30an Rusunawa. Tapi, ke depan ada rencana untuk pembanguan rumah susun sederhana milik (Rusunami). Seperti yang akan dibangun di Jalan Jakarta,” pungkasnya.
Rawan Money Politik Pada Pemilihan Cabup Cawabup Kab.Bandung
Ilustrasi (web)

Rawan Money Politik Pada Pemilihan Cabup Cawabup Kab.Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Rawannya money politik pada Pemilihan Cabup Cawabup Kabupaten Bandung yang diduga dilakukan oleh institusi pendidikan, kini menjadi sorotan masyarakat.
Pengamat Politik Universitas Pasudan Deden Ramdan mengatakan, ini hanya persoalan klasik setiap pemberitaan yang memperlihatkan kontestasi pasti ada keinginan untuk tinggi, sehingga konsekuensi kandidat dan tim sukses akan melakukan kampanye dengan segala cara termasuk yang melanggar undang-undang.
“Dari beberapa pasal dan juga beberapa peraturan umum komisi pemilihan umum No.7 2015 dalam konteks kampanye dalam pilkada serentak, itu sudah tertera jelas bahwa di pasal 73 ayat 2 peraturan yang dilakukan oleh seorang kandidat ada sanksinya,” ucap Deden kepada PRFM.
Rawan Money Politik Pada Pemilihan Cabup Cawabup Kab.Bandung
Ilustrasi (harianterbit)
Dalam moment kampanye ini menjadi salah satu momentum yang besar bagi para kandidat untuk mengumpulkan banyak akses dan kekuasan untuk memenangkan pilkada serentak.
Deden menegsakan, yang terbukti melakukan money politik, terancam akan dicoret dari status pencalonannya. Bahkan kalau sudah terpilih pun, kandidat yang melakukan tindak money politik keputusan menangnya juga bisa dicabut.
Dia juga mengimbau kepada seluruh warga untuk berperan aktif bila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh para pasangan calon untuk segera melaporkan secepatnya agar dapat segera diproses secara hukum.
Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)

Temuan Baru Kasus BCCF, Kejati : Liat Nanti Saja

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Perkara dugaan kasus korupsi dana Hibah Bandung Creative City Forum (BCCF) tahun anggaran 2012 senilai Rp1,3 milyar terus bergulir.
Dalam pengusutannya, dari anggota DPRD, PNS Setda Pemkot Bandung hingga sosok tenar Wali Kota Bandung yang sekaligus mantan Ketua BCCF selaku penerima dana hibah yaitu Ridwan Kamil yang dipanggil Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Kamis (17/9) lalu.
“Terus kita dalami, kalau bagaimana temuan barunya? Kita lihat nanti saja,” ujar Kasie Penkum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Suparman, Senin (3/10/2015).
Diberitakan Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Feri Wibisono menuturkan bahwa diusutnya kasus BCCF, fakta fakta baru mulai terkuat dan menemukan titik terang.
Menyikapi hal tersebut, Suparman menjelaskan untuk saat ini keterangan lebih lanjut terkait perkembangan BCCF Kota Bandung, belum bisa dipaparkan lebih lanjut apalagi dikunsumsi publik.
“Ini masih penyelidikan ya, kalau sudah naik tahap penyidikan, secepatnya pasti kita ekpose,” tukasnya.

Kamis, 01 Oktober 2015

inflasi (ilustrasi : net)
inflasi (ilustrasi : net)

Kendalikan Inflasi Daerah, Pemprov Jabar Terapkan Prosedur Desk

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah menerapkan prosedur desk dalam memantau ketersediaan pangan di setiap Desa. Hal tersebut juga dilakukan sebagai upaya dalam mengendalikan inflasi di daerah.
“Makanya tadi ada prosedur desk, adalah bagaimana data yang akurat data yang faktual dari  setiap desa itu nanti bisa online. Jadi kita bisa tahu berapa cadangan beras kita bulan ini, berapa yang panen, di mana panennya dan berapa ton panennya,” ucap Demiz kepada wartawan di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro Kota Bandung, Kamis (1/10).
Menurut Demiz, sistem prosedur desk tersebut sangat penting dalam mengendalikan inflasi di daerah – daerah. Sehingga, setiap harga pangan dengan sendirinya dapat terpantau secara langsung.
“Jangan sampai kaya kemarin, ada cabai di Sukabumi harganya mahal, sedangkan harga cabai di pasar induk murah karena di jual semua ke pasar induk karena kita gak tahu ada stok cabai di Sukabumi,” katanya.
Demiz menjelaskan, informasi ketersediaan pangan atau komoditi sangat dibutuhkan. Pasalnya, inflasi terjadi salah satu faktornya keterbatasan informasi yang didapat.
“Sebetulnya informasi ketersediaan pangan atau komoditi tadi penting dalam mencegah inflasi yang tidak perlu karena ketidaktahuan kita lah maka terjadi inflasi di daerah – daerah khususnya,” pungkasnya.
Pancasila Dasar Negara (Ilustrasi : Web)
Pancasila Dasar Negara (Ilustrasi : Web)

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Harus Dijunjung Tinggi

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, ideoleogi Pancasila adalah ideologi terbaik bagi bangsa Indonesia. Sehingga, keberadaannya harus dijungjung tinggi.
“Itu menyegarkan kembali ingatan kita bahwa belum ada yang lebih baik daripada ideologi bangsa seperti pancasila belum ada yang lebih baik daripada itu,” ucap Demiz di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (01/10).
Menurut Demiz, keberadaan ideologi Pancasila harus senantiasa dijadikan landasan dalam bernegara. Pasalnya, Pancasila sebagai pedoman bangsa Indonesia.
“Coba kasih tau sama saya mana yang lebih baik dari pancasila saat ini untuk bangsa Indonesia, untuk NKRI. Jadi ini harus kita genggam,” katanya.
Demiz menjelaskan, Pancasila mempunyai sejarah panjang yang merupakan warisan dari pada para pendiri bangsa. Seyogyanya harus tetap dijaga, dihormati dan dijalankan oleh bangsa Indonesia.
“Jadi Pancasila ini bukan yang tiba-tiba jadi, tapi melewati suatu proses pemikiran panjang dan matang dari pada founding father kita,” pungkasnya.