Kamis, 30 Juli 2015

Hindari Kekeringan, Aher Berencana Lakukan Shalat Istisqa
Hindari Kekeringan, Aher Berencana Lakukan Shalat Istisqa (web)

Sebelum Hujan, Aher Bakal Terus Shalat Istisqa

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku akan terus berusaha meminta hujan dengan melakukan Shalat Istisqa untuk mengatasi kekeringan di sejumlah daerah di Jabar yang diakibatkan kemarau panjang.
“Insya Allah hari Jumat kita lakukan Shalat Istisqa lagi, kita berdoa terus berusaha kepada Allah yang jelas kita punya keyakinan kepada allah pemilik alam semesta, pemilik hujan tidak ada yang mustahil bagi allah,” ucap Aher di Bandung.
Aher menuturkan, dalam mengatasi kekeringan pihaknya telah melakukan hal yang maksimal. Bahkan semenjak awal juga sudah mengimbau kepada para petani di Kawasan zona dua dan tiga yang tempatnya paling ujung dari irigasi
ketika musim ini tidak menanam padi.
“Karena sudah kita referensi sejak awal sudah kita prediksi, tapi yang terlanjur ditanami kita berusaha sekuat tenaga memberikan solusinysa, seperti dengan sumur pantek , pompa dengan sungai-sungai yang berada di bawah permukaan kita lakukan,” tuturnya.
Kendati begitu, Aher mengakui, meskipun telah diupayakan sedemikian rupa dengan cara-cara manusia tapi pasokan airnya tidak ada tidak akan membuahkan hasil.
“Itu masalahnya, kalau kita sediakan pompa berarapun kalau airnya sudah habis tidak bisa oleh karenanya kita  kita menunggu hujan ya dan untuk hujan datang lebih cepat yang hasrus dengan shalat Istisqa,” katanya.
perekonomian

BPKP Jabar Kebanjiran Permintaan Penghitungan Kerugian Negara

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat dipenuhi permintaan penghitungan kerugian negara terkait kasus korupsi pada periode 2015.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat Hamonangan Simarmata yang menerangkan, penghitungan kerugian negara kebanyakan ditujukan pada permasalahan pengadaan dan infrastruktur.
“Penanganan kerugian negara atas kasus korupsi yang ditangani kejaksaan dan kepolisian di Jawa Barat saat ini banyak sekali,” ujar Hamonangan di Bandung, Kamis (30/7/2015).
Selain itu, dia menambahkan, pengawasan dana bantuan sosial dan hibah di seluruh pemerintahan kabupaten dan kota saat ini, turut juga dilakukan. Tahapan penghitungan yang berjalan bervariasi, ada yang sedang memasuki penyelidikan dan penyidikan instansi terkait.
“Macem-macem, ada yang masih jalan (penghitungan), proses pengadilan, kejaksaan dan  penyidikan (kepolisian),” katanya.
Meski demikian, menurutnya, hasil evaluasi pertengahan semester pertama periode 2015 dibandingkan 2014 tidak jauh berbeda. Dia mengumpamakan, kalau pada 2014 di semester pertama ada 10 permintaan, sama halnya yang terjadi sekarang di periode 2015.
“Periode sekarang grafik permintaan dari kejaksaan dan kepolisian sama dibandingkan tahun lalu, pastinya korupsi, umumnya pada pengadaan dan infrastruktur,” tukasnya.
gbla-2

RK: Hasil Kajian Tim Ahli Pemkot Bandung Belum Diserahkan Kepada Bareskrim

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku hasil kajian Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Pemkot Bandung sampai dengan saat ini belum diserahkan kepada pihak Bareskrim.
Penyerahan hasil kajian tersebut bakal dijadikan rujukan dalam proses perizinan digunakannya stadion tersebut dalam PON XIX 2016 Jabar mendatang.
“Jadi gini, kan hasil kajian tim ahli dari ITB, UNPAR dan Puslitbang PU belum diarahkan dan masih direkap, nanti kalau sudah direkap baru akan diserahkan kepada Bareskrim yang kebetulan sedang meneliti,” ucap Ridwan di Hotel Savoy Homman usai menghadiri Grand Launching Bandung Air Show (BAS) 2015, Rabu (29/7/2015).
Ridwan pun mengaku, pihaknya tidak akan memaksakan dengan hasil kajian yang telah dibuatnya jika dari pihak Bareskrim tetap tidak merekomendasikan pemakaian Stadion GBLA pada PON 2016 mendatang.
“Kalau sudah kita serahkan masih tetap tidak memungkinkan kita juga tidak akan memaksakan. Tapi perhari ini data itu masih direkap oleh tim ahli yang profesor-profesor di bidang sipil. Secepatnya kalau minggu ini didapatkan ya kita kirim kesana untuk didiskusikan. Nah setelah itu, diarahkan keputusannya ya kita lihat secara aturan kalau memungkinkan alhamdulilah kalau tidak memungkinkan ya gimana lagi,” tuturnya.
Ridwan menjelaskan, rekomendasi dari para tim ahli dengan bisa digunakannya Stadion GBLA pada PON 2016 mendatang tersebut setelah dilakukan beberapa perbaikan.
“Sehingga kalau ditanya apakah hari ini layak ?, maka jawabannya memang tidak layak. Tapi kalau mau dirampungkan untuk on tentunya harus ada perbaikan,” jelasnya.
Selain itu, Ridwan mengatakan akan mengikuti semua prosedur dan proses hukum yang sedang dilakukan oleh pihak Bareskrim terhadap Stadion GBLA yang dalam pembangunannya terdapat kasus korupsi.
“Jadi akan diserahkan dulu hasilnya (kajian). kepada Bareskrim untuk dibahas. Setelah itu kita lihat perkembangan baiknya, karena kalau untuk urusan keamanan kita tidak boleh main main yah, jadi kalau dirasa tidak aman masa dipaksakan,” katanya.
Ridwan pun menyatakan, pihaknya akan segara mengirimkan data hasil kajian GBLA yang telah dibuat oleh para ahli pada beberapa waktu lalu.
H-2 Digenangi, Warga Masih Tinggal di Kawasan Waduk Jatigede
Ilustrasi (web)

H-2 Digenangi, Warga Masih Tinggal Di Kawasan Waduk Jatigede

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Memasuki H-2 rencana penggenangan Waduk Jatigede yang akan dilaksanakan tanggal 1 Agustus mendatang, banyak warga sekitar yang masih tinggal di daerah yang akan masuk dalam kawasan penggenangan. Selain itu masih banyak pula bangunan yang belum dibongkar di sana.
“Hingga saat ini, banyak masyarakat yang masih kebingungan kemana mereka harus pindah? Karena permasalahannya bukan hanya sekedar ganti rugi uang, tapi juga harus dipikirkan tempat perpindahan mereka, kepindahan sekolah anak-anak juga dan semua administrasi harus ditanggung pula oleh pemerintah,” ujar bagian Advokasi Walhi Jabar, Saung, kepada PRFM Kamis, (30/7/2015).
Selain itu, kebingunan masyarakat tentang profesi yang nantinya akan dijalankan pun menjadi tuntutan. Saung mengatakan bahwa perpindahan profesi, bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar masyarakat.
“Yang terkena dampak dari pembangunan Waduk Jatigede itu semuanya manusia. Jadi, harus dipikirkan pula kelangsungan hidup mereka, karena untuk memulai kembali hal itu di tempat yang baru, itu bukanlah hal yang mudah,” katanya.
Saung dan beberapa aktivis pemerhati lingkungan lainnya, hingga saat ini masih mengupayakan agar penggenangan waduk tidak jadi dilaksanakan.
“Banyak kok proyek-proyek yang dibatalkan, jadi kalau proyek penggenangan ini juga dibatalkan saya rasa tidak masalahm, selama itu untuk kepentingan masyarakat,” tutup Saung.
Ini Dia Dampak Negatif Penggenangan Jatigede
Ilustrasi (web)

Ini Dia Dampak Negatif Penggenangan Jatigede

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Bagian Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Saung mengatakan banyak permasalahan yang nantinya akan timbul jika Waduk Jatigede dipaksakan digenangi.
“Pandangan pemerintah dalam pembangunan proyek ini adalah untuk pembangkit listrik dan pengairan sawah, sementara sawah di daerah penggenangan tersebut adalah daerah penghasil beras yang sangat bagus. Ini yang menjadi pertanyaan,” ujar Saung kepada PRFM, Kamis, (30/7/2015).
Selain itu, Saung mengatakan lokasi waduk yang berada di lokasi episentrum gempa akan sangat berbahaya jika digenangi. Jika waduk sampai jebol, wilayah Majalengka dan Indramayu akan terkena banjir bandang. Ditambah Daerah Aliran Sungai (DAS) di daerah tersebut keadaannya sudah rusak karena di hulunya sudah banyak penggundulan.
Menurut Saung, proyek yang sudah direncanakan sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno ini dulunya sempat akan dikerjakan dan didanai oleh Word Bank. Namun, pihak Walhi sempat melakukan negosiasi dan Word Bank pun tidak jadi mengambil projek ini dengan melihat berbagai dampak yang akan muncul. Ia berharap pemerintah pun bisa memikirkan lebih lanjut, dampak dari penggenangan Waduk Jatigede ini.
Pengamat Politik : Elektabilitas Lebih Dipilih daripada Artis!
Pasha Ungu Calonkan Diri Jadi Walikota Palu (web)

Pengamat Politik : Elektabilitas Lebih Dipilih Daripada Artis!

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Menanggapi munculnya sejumlah selebriti yang ikut maju sebagai calon kepala daerah, Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, saat ini popularitas tidak memegang peranan yang penting untuk memenangkan Pilkada. Menurutnya, masyarakat sudah cukup cerdas untuk memilih calon yang memiliki elektabilitas yang tinggi.
“Popularitas memang mempengaruhi jumlah suara, pemilih yang belum memiliki pilihan biasanya cenderung mencari tokoh yang mereka kenal, tapi ini tidak selalu. Bagi para artis yang tidak memiliki fans yang loyal biasanya ini tidak berpengaruh,” kata Hendri kepada PRFM, Kamis, (30/7/2015).
Menurut Hendri, para artis yang mendaftar Pilkada harus bisa membuktikan, agar tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat ataupun tokoh-tokoh politik.
“Underestimate atau tidak itu kan mereka sendiri yang membangun stigmanya. Saat mereka bersuara kadang mereka banyak cibiran yang muncul karena memang suara mereka tidak setingkat anggota DPR atau kepala daerah lainnya. Jadi, jangan salahkan masyarakat atau para pengamat, karena mereka juga melihat kemampuan dari artis itu,” paparnya.
Hendri menambahkan, memang ada beberapa artis yang memiliki tujuan untuk memimpin dan mensejahterakan rakyat, tapi ada pula yang hanya menjadikan Pilkada sebagai ajang mencari pekerjaan.
“Kalau mereka memang tidak memiliki bakat dan kemampuan dalam memimpin rakyat, lebih baik tidak usah mendaftar saja!” pungkas Hendri.
Aceh Gelar Pameran Dokumen Bersejarah Paling Langka
Dokumen bersejarah paling langka di Aceh (atjehcyber)

Aceh Gelar Pameran Dokumen Bersejarah Paling Langka

ACEH, FOKUSJabar.com: Koleksi paling langka berupa dokumen-dokumen bersejarah kini tengah dipamerkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA). Pameran ini digelar memperingati 100 tahun Museum Aceh yang dijadwalkan mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2015 di Banda Aceh.
Direktur PDIA Zunaimar menjelaskan koleksi yang akan dipamerkan berupa karya rekam seperti koleksi foto, sedangkan koleksi karya cetak berupa buku, monograf dan terbitan berkala masa Kesultanan Aceh, masa kolonial Belanda, masa pergerakan kemerdekaan hingga awal kemerdekaan.
“Pertimbangan memamerkannya karena koleksi ini langka dan jarang ditemukan di perpustakaan pada umumnya. Acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk dapat mengakses dokumen-dokumen ini,” ujar Zunaimar di Banda Aceh, Kamis (30/7/2015), mengutip RimaNews.
Aceh Gelar Pameran Dokumen Bersejarah Paling Langka
Aceh Gelar Pameran Dokumen Bersejarah Paling Langka (atjehlink)
Lebih lanjut ia mengatakan, diantara koleksi yang dipamerkan ada pula surat Prince Maurits (surat emas) kepada Sultan Aceh, dokumen pembelian pesawat Indonesia pertama hasil sumbangan rakyat Aceh, Dakota RI-001, foto-foto tokoh, tempat dan peristiwa bersejarah Aceh masa lalu.
Dokumen-dokumen yang dipamerkan juga memuat peristiwa bersejarah penting di provinsi ujung paling barat Indonesia itu, seperti kejadian perebutan senjata Jepang, sejarah pembentukan TNI di Aceh, dan sejarah Kodam I Iskandar Muda.
“Kami berharap agar generasi sekarang mengetahui sejauh mana upaya yang dilakukan oleh generasi masa lalu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Maka penting bagi kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan menguatkan jati diri bangsa,” tukas Zunaimar.