Minggu, 20 September 2015

Komjen Anang Akan Pelajari Kasus GBLA
Komjen Anang Akan Pelajari Kasus GBLA (web)

Komjen Anang Akan Pelajari Kasus GBLA

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Hal yang menanti Kabareskim Mabes Polri baru, Komjen Anang Iskandar adalah kasus-kasus yang belum diselesaikan Kabareskrim lama Komjen Budi Waseso. Salah satu persoalan yang paling banyak dipertanyakan oleh warga Jawa Barat adalah Kasus SOR Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Menanggapi hal tersebut, Anang mengaku belum tahu persis perkaranya dan pihaknya akan segera mempelajari kasus tersebut.
“Saya akan pelajari kasus tersebut dan tanya penyidiknya,” ujar Anang kepada PRFM, Senin (7/9/2015) petang tadi.
Persoalan belum genap 24 jam Anang menjadi Kabareskim Mabes Polri, Dirinya pun mengaku belum memahami betul persoalan Stadion GBLA yang tadinya akan jadi venue pembuka Pekan Olahraga Nasional (PON) di tahun 2016 mendatang.
Sementara itu, dilantiknya Kabareskim Mabes Polri yang baru menjadi salah satu pantangan bagi Anang. Meski pernah bertugas di Polri, namun tugasnya kini berbeda dibandingkan saat dia menjabat sebagai Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN).
Begitupun sebaliknya, Komjen Budi Waseso mendapat “pekerjaan rumah” dari Anang Iskandar. Dua hal besar yang menjadi catatan yang diberikan Anang kepada Buwas yaitu program rehibilitasi 100 ribu penyalahgunaan narkoba dan jaringan-jaringan narkotika yang sudah dipetakan tapi belum bisa diungkap.
Tol Soraja Mulai Dibangun Pada 10 September
Tol Soraja Mulai Dibangun Pada 10 September (detik)

Tol Soroja Mulai Dibangun Pada 10 September

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wacana pembangunan Tol Soroja yang menghubungkan Soreang – Pasir Koja dijadwalkan dimulai pada Rabu, 10 September 2015.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser kepada PRFM, Senin (7/9/2015). “Jalan tol mulai dibentang per tanggal 10,” ujar Dadang.
Pembangunan Tol Soroja ini dilakukan untuk mendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 yang akan diselenggarakan di Jawa Barat nanti. Menurut Dadang, lintasan Tol Soroja ini panjangnya 10,6 kilometer. Tol Soroja juga akan melewati 4 kecamatan dan 14 desa.
Dadang meyakinkan Tol Soroja ini akan selesai sebelum PON 2016 dimulai. Untuk mendukung pelaksanaan PON 2016 ini, pemerintah Kabupaten Bandung juga menyiapkan anggaran dan fasilitas berupa 120 hektar tanah yang akan dibuat gedung-gedung olahraga.
Tidak hanya stadion sepakbola, gedung-gedung olahraga lain yang berstandar internasional pun rencananya akan dibangun.
Sebagai Bupati Bandung, Dadang mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga segala fasilitas pendukung PON 2016.
“Kita juga harus memperlihatkan kekhasan Kabupaten Bandung,” tukas Dadang.
ilustrasi (web)
ilustrasi (web)

Hanya 150 KM, Kereta Cepat Bandung – Jakarta Dinilai Tak Efektif

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Anggota Komisi IV DPRD Jabar Dadi Rohaendi menilai bahwa berdasarkan analisis dari para pakar, rencana pembangunan jalur kereta api cepat tidak efektif, terlebih antara Bandung dan Jakarta hanya berjarak 150 kilometer.
“Jadi dianggap tidak terlalu ideal. Bahkan banyak orang yang mengaku sebagai pakar menyatakan bahwa pembangunan kereta cepat itu idealnya 300 sampai 350 kilometer,” kata Dadi di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (7/9/2015).
Tidak hanya itu, minta pengguna jasa transportasi untuk jurusan Bandung-Jakarta pun sebetulnya tidak terlalu banyak, sebab masyarakat lebih tertarik menggunakan kendaraan pribadi atau umum biasa.
“Inikan sebetulnya yang dibidik adalah dilihat dari pengguna tol Cipularang yang begitu padat,” tuturnya.
Pihaknya menilai, jika dibangun kereta cepat Bandung-Jakarta jaraknya pendek atau sama saja membeli sebuah pucuk dari segitiga. Ketika pucuk segitiga itu dibeli, konsekwensi selanjutnya adalah harus mempersiapkan landasan di bawah dan harus ada persiapan itu dan ini.
“Itu berdasarkan hitung-hitungan dari mereka para pakar,” pungkasnya.
Pagi Tadi, 2 Peristiwa Kebakaran Terjadi Bersamaan di Kota Bandung
Ilustrasi (web)

Padat Penduduk Potensi Kebakaran di Kota Bandung Tinggi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sebagai kawasan padat penduduk Kota Bandung dinilai memiliki potensi kebakaran cukup tinggi. Karena itu, strategi pencegahan dengan optimalisasi sumber daya manusia yang terbatas menjadi prioritas Bidang Pemadaman Dinas Kebakaran Kota Bandung.
Strategi berupa pembentukan Satuan Relawan Pemadam Kebakaran (Satwankar) ditekankan untuk meningkatkan kualitas pencegahan yang sesuai dengan kondisi kekinian.
“Satwankar ini sebagai ujung tombak kita di lapangan. Kita maksimalkan perannya untuk membantu mencegah dan memadamkan kebakaran,” ujar Kabid Pemadaman Diskar Kota Bandung Yosep Heryansyah, Senin (7/9/2015).
Pada awal September 2015, insiden kebakaran di Kota Bandung sempat terjadi empat kali. Yosef menilai kegiatan bimbingan dan penyuluhan perlu dintensifkan untuk cegah dini dan pengendalian pertama saat kebakaran terjadi.
“Dengan jumlah penduduk sampai tiga juta jiwa, Kota Bandung punya potensi kebakaran yang tinggi. Sedangkan kemampuan kita dari sisi anggaran maupun SDM (petugas) masih terbatas,” tukasnya.
demo KAMMI (foto : Budi)
demo KAMMI (foto : Budi)

Gagal Atasi Krisis Ekonomi, KAMMI Bandung Tuntut Jokowi Mundur

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Ketua Umum PD Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandung Julhayadi Arya Puntara mengatakan, pihaknya meminta Joko Widodo (Jokowi) mundur dari kursi kepresidenan karena dinilai gagal mengatasi krisis ekonomi Indonesia tahun ini. Tuntutan tersebut disampaikan dalam orasi unjuk rasa KAMMI di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (07/09/2015).
“Dengan penuh rasa hormat meminta presiden untuk, meresuffle dirinya (mengundurkan diri),” kata Julhayadi.
Menurut Julhayadi, di tengah melesunya perekonomian dunia, Indonesia termasuk negara yang kembali dihadapkan pada ancaman krisis. Melewati triwulan tiga, nilai tukar rupiah kian merosot pada level 14.070,5/Dollar AS. Hal tersebut tentunya berdampak buruk pada kondisi ekonomi masyarakat.
“Turunkan harga BBM, demi stabilitas daya beli masyarakat dan mendongkrak aktivitas UMKM,” katanya.
Julhayadi menuturkan, meningkatnya jumlah PHK, yang diakibatkan oleh efesiensi perusahaan karena meningkatnya biaya bahan baku impor, berdasarkan data kementrian tenaga kerja per Juli 2015, terdapat 11,350 pekerja yang harus menyandang status baru sebagai pengangguran.
“Gunakan devisa negara untuk stabilitasi nilai tukar rupiah terhadap dollar dan pemerintah harus lebih serius dalam menyiapkan daya saing industri dalam negeri,” katanya
ILustrasi (web)
ILustrasi (web)

BMKG : Musim Hujan Diperkirakan Baru Terjadi di Bulan Desember

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Prakirawan Cuaca Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Muhamad Iid memperkirakan musim hujan baru akan terjadi pada bulan Desember. Hal tersebut dikarenakan adanya fenomena El Nino.
“Diperkirakan kemarau akan lebih panjang dari biasanya. Awal musim hujan baru akan terjadi pada bulan Desember,” ucap Iid di Bandung, Minggu (6/9/2015).
Menurut Iid, fenomena El Nino terus menguat hingga menjelang akhir tahun 2015. Kemarau yang biasanya berlangsung April hingga September, tahun ini diperkirakan baru akan berakhir November.
“Musim hujan yang biasanya mulai berlangsung Oktober hingga April, tahun ini dikhawatirkan baru akan bermula pada bulan Desember,” katanya.
Iid menjelaskan, fenomena El Nino merupakan gejala alam berupa naiknya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sekitar ekuator, khususnya di sekitar Cile dan Peru. Ini diikuti turunnya suhu permukaan air di beberapa wilayah perairan Indonesia.
“Di sisi lain, hal ini berdampak pada terjadinya kekeringan di beberapa daerah di Indonesia, diperkirakan yan akan terkena dampaknya antara lain bagian timur Indonesia dan kawasan sekitar Lintang Selatan seperti Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan bagian selatan Papua,” pungkasnya.

Minggu, 06 September 2015

Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)

Melalui Program P2M, BNN Kota Bandung Optimis Berantas Narkoba

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala seksi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung Ansari Fuad optimis pihaknya mampu menekan peredaran narkoba melalui program Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M).
Menurutnya, program P2M dinilai masih bisa menyesuaikan kondisi saat ini. Pasalnya, pemerintah dan dinas – dinas terkait turut menyadari pentingnya pencegahan terhadap narkoba.
“Kita berikan penyuluhan-penyuluhan ke sekolah dan ke masyarakat hingga tingkat bawah. Sedangkan untuk pemeriksaan tes urine di lapangan biasanya ada permintaan dari Pemerintah Kota,” ujaar Ansari, Minggu (6/9/2015).
Ansari mengungkapkan bahwa saat ini peredaran dan penggunaan narkoba masih ditemukan. Polrestabes Bandung beberapa waktu lalu berhasil menangkap pengguna narkoba jenis shabu di salah satu tempat hiburan malam di Kota Bandung.
“Yang lima orang itu langsung ditindak lanjuti oleh satnarkoba, kita tidak ikut campur dalam perkaranya. Terkait hal itu, kita tetap optimis dapat memberantas narkoba,” tukasnya.
(Adi/Vetra)